Libatkan Sekolah Mitra dan Alumni, Prodi PPG FKIP UMRAH Perkuat Kurikulum melalui FGD

Tanjungpinang, 14 September 2026 – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan dan Evaluasi Kurikulum PPG pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi PPG FKIP UMRAH dalam menjaga mutu dan relevansi kurikulum agar terus selaras dengan perkembangan pendidikan serta kebutuhan nyata pembelajaran di sekolah.

FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), kepala sekolah, guru pamong, alumni PPG Guru Tertentu, serta sekolah mitra pelaksanaan praktik lapangan mahasiswa PPG. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi ruang penting untuk memperoleh perspektif yang beragam dalam memperkuat pelaksanaan kurikulum PPG secara berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP UMRAH, Dr. Nurul Asikin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya evaluasi kurikulum sebagai bagian dari budaya mutu di lingkungan pendidikan tinggi. Kolaborasi dengan sekolah mitra, alumni, dan praktisi pendidikan dinilai penting untuk memastikan kurikulum PPG tetap responsif terhadap perkembangan kebutuhan guru dan pembelajaran di sekolah.

Selanjutnya, Koordinator Program Studi PPG FKIP UMRAH, Dr. Trisna Amelia, M.Pd., memaparkan kurikulum PPG dengan fokus pada pelaksanaan kurikulum bagi mahasiswa PPG Calon Guru atau Prajabatan. Paparan tersebut menjadi pengantar bagi peserta untuk mencermati struktur pembelajaran, pelaksanaan praktik lapangan, penguatan kompetensi pedagogik, serta keterhubungan antara pengalaman belajar di kampus dan praktik profesional di sekolah.

Dalam sesi diskusi, para peserta memberikan sejumlah rekomendasi untuk semakin mengoptimalkan pengalaman belajar mahasiswa. Salah satu perhatian utama adalah penguatan sinkronisasi antara kegiatan akademik di kampus dan praktik lapangan di sekolah. Pengaturan waktu yang semakin proporsional dinilai dapat membantu mahasiswa menjalani proses perkuliahan, penyusunan perangkat pembelajaran, dan praktik mengajar secara lebih fokus dan optimal.

Perwakilan sekolah mitra juga mendorong agar pengalaman praktik di sekolah terus diperkuat sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mengajar, pengelolaan kelas, serta kemampuan beradaptasi dengan karakteristik peserta didik dan dinamika pembelajaran. Penataan beban akademik yang selaras dengan tahapan praktik lapangan dipandang dapat semakin mendukung proses tersebut.

Aspek kompetensi pedagogik turut menjadi salah satu fokus diskusi. Peserta menyampaikan pentingnya penguatan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran, baik berbasis digital maupun dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar, juga dinilai menjadi kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan.

Guru pamong yang hadir turut memberikan perspektif berdasarkan pengalaman mendampingi mahasiswa selama praktik di sekolah. Penguatan keterampilan pedagogik dipandang penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki landasan teori yang baik, tetapi juga semakin terampil menerapkannya dalam situasi pembelajaran yang nyata.

Dari perspektif alumni PPG Guru Tertentu, pengalaman selama mengikuti PPG dinilai memberikan manfaat yang besar dalam mendukung tugas profesional sebagai guru. Para alumni juga mendorong agar pengalaman praktik mengajar terus diperluas sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan yang lebih banyak untuk menerapkan teori pembelajaran dalam berbagai situasi kelas. Selain itu, kemampuan memanfaatkan teknologi dinilai penting untuk mendukung pembelajaran maupun berbagai tugas profesional guru di sekolah.

Diskusi juga menguatkan pentingnya keterhubungan antara teori dan praktik. Kurikulum PPG diharapkan terus memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sehingga mahasiswa mampu menghubungkan landasan konseptual yang diperoleh di kampus dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah, termasuk dalam menghadapi keragaman karakteristik peserta didik dan konteks satuan pendidikan.

Secara umum, FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang mengarah pada penguatan sinkronisasi kegiatan akademik dan praktik lapangan, peningkatan kompetensi pedagogik, perluasan pengalaman praktik mengajar, penguatan keterkaitan teori dan praktik, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan tugas profesional guru.

Melalui kegiatan ini, Prodi PPG FKIP UMRAH memperoleh berbagai masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses pengembangan kurikulum secara berkelanjutan. FGD ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah mitra, guru pamong, alumni, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru yang semakin adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan.

Dokumentasi: Prodi PPG FKIP UMRAH/FK

Similar Posts