Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa PPG, FKIP UMRAH Selenggarakan International Guest Lecture bersama Akademisi Universitas Malaya

Tanjungpinang, 05 Juni 2026 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture  pada Jumat (5/6) di Hall Lantai 1 Gedung A Satu Gurindam Ismeth Abdullah. Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara FKIP UMRAH dan Universitas Malaya, Malaysia. Kegiatan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Muhammad Faizal Abd. Ghani dari Faculty of Education, University Malaya, Malaysia. Dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UMRAH turut hadir untuk mengikuti kuliah tamu yang membahas perkembangan pendidikan di era digital serta tantangan yang dihadapi guru pada masa depan.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Muhammad Faizal Abd. Ghani menyoroti pentingnya literasi digital sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki pendidik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, perubahan zaman selalu diikuti oleh perubahan perilaku peserta didik, pola pikir, serta cara mereka memperoleh dan mengolah informasi. Oleh karena itu, sistem pendidikan perlu terus beradaptasi agar mampu menjawab kebutuhan generasi masa kini.

Narasumber juga menjelaskan berbagai kompetensi yang perlu dimiliki guru dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan serta memaparkan arah kebijakan pendidikan melalui Rancangan Pendidikan Malaysia (RPM) 2026–2035. Berbagai kebijakan tersebut dirancang untuk mempersiapkan pendidik yang mampu menghadapi tantangan global sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana dalam proses pembelajaran.

Selain itu, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan pengetahuan peserta didik. Menurut narasumber, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh pihak sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Muhammad Faizal Abd. Ghani menjelaskan empat kompetensi utama yang perlu dimiliki guru, yaitu kompetensi pengetahuan, kemahiran, tingkah laku, dan karakter. Keempat aspek tersebut dinilai saling melengkapi dalam membentuk sosok guru yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik.

Lebih lanjut, narasumber menekankan pentingnya analisis kebutuhan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru perlu memahami kondisi dan karakteristik kelas sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dalam kegiatan pembelajaran kelompok, misalnya, guru perlu memperhatikan pembagian peran setiap anggota kelompok, termasuk penunjukan ketua kelompok, serta mengombinasikan peserta didik dengan kemampuan yang beragam agar tercipta proses belajar yang saling mendukung dan efektif.

Salah satu peserta, Achmad Muzaakki, mahasiswa PPG Prajabatan UMRAH, mengaku memperoleh banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, kuliah tamu internasional ini memberikan perspektif yang berbeda mengenai sistem pendidikan di Malaysia sekaligus memperluas pemahamannya sebagai calon guru.

“Saya merasa sangat beruntung dapat menghadiri International Guest Lecture  yang menghadirkan narasumber yang luar biasa, Prof. Dr. Muhammad Faizal Abd. Ghani dari Malaysia. Beliau menghadirkan konsep pendidikan yang berbeda dari sistem pendidikan Indonesia sehingga saya mendapatkan wawasan yang lebih luas terkait program pendidikan yang dibutuhkan saat ini. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Melayu, dan bahasa Inggris dalam diskusi juga menyadarkan saya akan kekayaan bahasa di sekitar saya. Pengalaman mengikuti kegiatan ini akan menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan saya sebagai guru,” ujarnya.

Muzakki juga menilai bahwa pembahasan mengenai literasi kecerdasan artifisial (AI) dan etika penggunaan teknologi menjadi salah satu materi yang paling relevan dengan kondisi pendidikan saat ini.

“Salah satu hal menarik yang disampaikan narasumber adalah pentingnya kompetensi literasi kecerdasan artifisial (AI) dan etika penggunaan teknologi bagi guru. Guru tidak dapat sepenuhnya melarang peserta didik menggunakan AI, tetapi perlu memberikan batasan dan kesepakatan yang jelas dalam penggunaannya. Hal ini menjadi bekal penting bagi saya sebagai calon guru untuk menghadapi tantangan pembelajaran di era digital,” tambahnya.

Melalui kegiatan International Guest Lecture  ini, FKIP UMRAH berharap dapat memperkuat kerja sama akademik internasional sekaligus memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai perkembangan pendidikan global. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya pendidik yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan pada era transformasi digital.

Similar Posts