Komitmen Wujudkan Guru Profesional, PPG FKIP UMRAH Selenggarakan Workshop Antibullying dan Penguatan Kebinekaan bagi Calon Guru

Tanjungpinang – Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyelenggarakan Workshop Antibullying dan Workshop Penguatan Kebinekaan bagi Mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 pada Kamis (4/6) di Kampus FKIP UMRAH.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan karakter, wawasan kebangsaan, serta peningkatan kompetensi calon pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman.

Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi PPG FKIP UMRAH, Dr. Trisna Amelia, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun budaya sekolah yang positif dan berkarakter.

Menurutnya, pemahaman tentang pencegahan perundungan serta penguatan nilai-nilai kebinekaan menjadi bekal penting bagi calon guru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, mahasiswa PPG perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai perbedaan.

Workshop Antibullying yang menghadirkan narasumber Dr. Fitriah Khoirunnisa, S.Pd., M.Ed. Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan, baik secara verbal, fisik, sosial, relasional, maupun melalui media digital (cyberbullying). Dr. Fitriah Khoirunnisa menekankan pentingnya empati sebagai kunci utama dalam memahami karakter peserta didik. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pelindung yang mampu menghadirkan rasa aman bagi peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, guru dapat menjadi sosok yang menginspirasi dan dihormati, bukan sekadar ditakuti.

Pada sesi kedua, mahasiswa mengikuti Workshop Penguatan Kebinekaan yang disampaikan oleh Satria Agust, S.S., M.Pd. Melalui workshop ini, peserta diajak untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya nilai-nilai kebinekaan dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia pendidikan.

Narasumber menjelaskan bahwa penguatan kebinekaan merupakan salah satu dimensi penting dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya pada aspek berkebinekaan global. Dalam pemaparannya, ia menyoroti keberagaman sebagai kekayaan bangsa yang dapat meningkatkan kecerdasan kolektif, memperkaya cara berpikir, menumbuhkan sikap bijaksana dalam mengambil keputusan, serta memperkuat rasa toleransi dan empati dalam kehidupan sosial. Ia juga mengingatkan bahwa meskipun Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan yang digunakan oleh mayoritas masyarakat Indonesia, keberagaman bahasa daerah tetap menjadi bagian penting dari identitas bangsa yang perlu dihargai dan dilestarikan.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

“Melalui workshop ini, saya memahami bahwa guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi pelindung dan pemberi rasa aman bagi peserta didik. Materi kebinekaan juga mengingatkan saya bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dihargai melalui sikap toleransi, kolaborasi, dan saling menghormati. Bekal ini akan sangat bermanfaat bagi saya sebagai calon guru dalam menghadapi keberagaman di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi PPG FKIP UMRAH berharap mahasiswa calon guru semakin siap menjadi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta menghargai keberagaman. Nilai-nilai antibullying dan kebinekaan yang diperoleh melalui workshop ini diharapkan dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran maupun kehidupan bermasyarakat sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Similar Posts